Sebuah Senandung dari hati.. yang dibawakan oleh munsyid starfive.
Rindu..
Gelisah..
Takut..
Mengharap..
Cemas.
tersadarkan, bahwa diri belum maksimal.. masih kerdil dibandingkan Nikmat Allah yang ada selama ini.. bagaikan setitik dalam belanga kehidupan...
Dalam kesadaran.. memulai kembali merakit puing-puing penghambaan, yang akan direnovasi kembali.. dalam mengharungi Samudra kehidupan, yang dahsat..
untuk mencapai pantai Kenikmatan.. bertemu Sang Pencipta Kekasih hati...
Rindu..
Gelisah..
Takut..
Mengharap..
Cemas.
tersadarkan, bahwa diri belum maksimal.. masih kerdil dibandingkan Nikmat Allah yang ada selama ini.. bagaikan setitik dalam belanga kehidupan...
Dalam kesadaran.. memulai kembali merakit puing-puing penghambaan, yang akan direnovasi kembali.. dalam mengharungi Samudra kehidupan, yang dahsat..
untuk mencapai pantai Kenikmatan.. bertemu Sang Pencipta Kekasih hati...
Puisi by sahrulcau
Karya: Presty Larasati
Samudra biru..
Bebas..
Lepas..
Luas..
Tak seperti penghambaanku
Yang masih terbatas
Seribu luka dosa yang makin menganganga
Takkan terobati dengan ribuan pahala yang cuma sebelanga
Kecuali…
Kecuali bila Engkau sudi ya Robb..
Robb..
Ampuni diri ini
Ampuni diri ini
Sampai sembuh kembali
-Penghambaanku-
Dibanyak malam aku berdoa
Karena diri ini trus merasa
Bagai tanah lumpur yang bernoda
Tiada bersih hanya penuh cela
Di banyak waktu aku tersadar
Hanya dosa dan dosa terhampar
Meski tetes air mata ku mengurai
Tak akan desah mampu terlerai
Ya Allah, hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukkan cahaya
Ya Allah, Engkau.. satu yang mampu
pertolonganMu selamatkan aku
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
kembali aku
di banyak hari aku mencoba
sebut Nama untuk mengingatkan
agar tak mengulang salah-salah yang sama
salah yang selalu berakhir penyesalan
memang penghambaanku belumlah sempurna
segala nilai ibadah masih terpatri duniawi
segala nilai yang malang masih terpatri pujian
ya Allah, tetapkan imanku untuk terus di jalanMu
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
kembali aku…..
aku.. adalah setitik buih ombak di lautan dunia...
tuntun aku ya Robb...
agar sampai ke pantaiMu...
untuk menghaturkan...
segala penghambaanku yang kupersembahkan...
hanya kepadaMu...
kembali aku…..
Dibanyak malam aku berdoa
Karena diri ini trus merasa
Bagai tanah lumpur yang bernoda
Tiada bersih hanya penuh cela
Di banyak waktu aku tersadar
Hanya dosa dan dosa terhampar
Meski tetes air mata ku mengurai
Tak akan desah mampu terlerai
Ya Allah, hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukkan cahaya
Ya Allah, Engkau.. satu yang mampu
pertolonganMu selamatkan aku
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
kembali aku
di banyak hari aku mencoba
sebut Nama untuk mengingatkan
agar tak mengulang salah-salah yang sama
salah yang selalu berakhir penyesalan
memang penghambaanku belumlah sempurna
segala nilai ibadah masih terpatri duniawi
segala nilai yang malang masih terpatri pujian
ya Allah, tetapkan imanku untuk terus di jalanMu
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
tiada daya aku tuk melangkah
bertemu denganMu pun aku tak kuasa
tapi kepada siapa lagi ku memohon
selain kepadaMu
kembali aku…..
aku.. adalah setitik buih ombak di lautan dunia...
tuntun aku ya Robb...
agar sampai ke pantaiMu...
untuk menghaturkan...
segala penghambaanku yang kupersembahkan...
hanya kepadaMu...
kembali aku…..
No comments:
Post a Comment